Bagi yang Kenal Sandiaga Uno: Tolong Dia Diingatkan

Lewat video ini, hanya untuk kali ini saja, saya ingin menyampaikan pesan: "Tolong Sandiaga Uno diingatkan!"

Bakal Calon Wakil Presiden Sandiaga Salahudin Uno menunjukkan surat tanda terima Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) saat keluar dari gedung KPK Jakarta, Selasa (14/8/2018). tirto.id/Andrey Gromic.

Dalam keyakinan warga NU, jenazah yang bersemayam di balik timbunan tanah kuburan itu diberi kemampuan Allah untuk mendengar hingga bunyi langkah manusia di atasnya. Agar mendiang dapat mendengar keindahan firman Allah yang dilantunkan anak soleh yang saban ziarah membacakan Yasin/doa di sampingnya.

Itulah kenapa NU punya talqin (berdialog imajiner dengan jenazah) sebelum dikuburkan, dan dalam pemberian salam ketika memasuki area pemakaman memakai kata ganti kedua:

"Salam untuk kamu sekalian, Wahai Penghuni Alam Kubur."

Apa yang menjadi tubuh kuburan, yang berbentuk tanah dan batu nisan, adalah "tubuh" dari jenazah yang berada di dalamnya. Secara metafor, memang. Tapi kudu diperlakukan sama. Paling tidak, cara menghormatinya dimiripkan.

Lantaran itulah ahli waris yang berziarah ke makam disunnahkan merawat, membersihkan, dan memperlakukannya secara hormat.

Lebih-lebih jika jenazah yang berada di dalamnya adalah seorang kiai.

Saya pernah memiliki seorang guru yang jazab (dimabuk Allah), dan punya perilaku yang kerap aneh. Keanehan di mata orang wajar, bagi kalangan Sufi yang mu'tabar, adalah keramat yang dianugerahkan Allah hanya kepada kekasih-Nya (baca: wali).

Suatu ketika kami berjalan di sebuah lahan kosong. Tak begitu dalam memasuki area itu, tiba-tiba beliau ambruk, "nDeprok". Saya pun ikut nDeprok. Tahukah Anda, apa yang kami lakukan selanjutnya?

Berjalan ngesot!

Iya, ngesot. Sarung saya sampai dibuat kotor.

Setelah sampai di rumah, saya memberanikan diri untuk bertanya:

"Apa gerangan yang kita lakukan tadi, Yai?"

"Saat di tengah tadi, ada makam wali. Makam itu tidak bernisan. Warga pun nDak tahu kalau di tengah lahan itu ada kuburan. Karena dia adalah kekasih Allah, aku langsung nDeprok. Masak sama wali Allah aku nDak sopan?"

Kisah yang lain, di sebuah tempat di Kudus ada area pemakaman muslim. Bernisan-nisan biasa. Bahkan banyak yang tanggal. Tidak ada yang mencolok. Seperti pemakaman pada umumnya.

Suatu ketika seorang habib berkunjung di desa tempat pemakaman muslim itu berada. Melewati pinggir pemakaman, habib tersebut terpaku. Diam. Tubuhnya menghadap ke arah tengah makam.

"Allah Kariiimmm.... Ada makam wali Allah di sini, kok, malah dibiarkan tak terawat?"

Akhir hikayat, makam wali Allah (yang seperti lumrahnya makam muslim) ini diperbaiki. Ditandai dengan kijing. Dan habib yang menemukan identitas jenazah di balik makam itu tadi, menyuruh warga desa untuk mengadakan haul setiap tahun.

"Adakan haul untuk wali Allah yang satu ini. Aku sendiri yang akan rutin mengisi haulnya. Semoga desa ini keguyuran berkah wali Allah seperti beliau."

Sampai sekarang haul masih digelar. Untuk menghormati kekasih Allah tersebut. Penyelenggaraannya pun sangat khidmat. Dan ribuan orang yang datang.

(Bagi warga Bae, Kudus, pasti tahu siapa mendiang ini)

Di bawah ini adalah seorang kandidat pemimpin, yang sempat diberi gelar santri, dan secara mendadak tampil sendiri sebagai kaum agamawan.

Dia menaburi bunga ke sebuah makam, seperti ngasih makan ayam. Dan yang bikin hati terpukul, tanpa malu ia melangkahi makam.

Tahukah Anda siapa jenazah di balik tanah makam tersebut? Pokoknya mendiang adalah tokoh NU. Tokoh terhormat. Paling terhormat. Yang karena jasa beliau, hingga sekarang NU masih punya keramat.

Saya tidak pernah merespon berlebihan pada ulah-tingkah Sandiaga Uno. Segala pernyataan konyolnya tak perlu dikomentari macam². Saya malah bikin bercandaan.

Namun lewat video ini, hanya untuk kali ini saja, saya cuma ingin menyampaikan pesan kepada penonton:

"Tolong dia diingatkan!"


Comments